"> Persyaratan Memasang Reklame Komersial | Jasa Pengurusan Pajak Reklame | Blog 3D Media Advertising
8 April 2020

Persyaratan Memasang Reklame Komersial

Persyaratan Memasang Reklame Komersial

Persyaratan Memasang Reklame Komersial

     Persyaratan Memasang Reklame Komersial – Kata reklame berasal dari bahasa Spanyol yaitu “re clamare” atau bahasa Latin “re clamo.” Arti kedua kalimat tersebut adalah “mengulang-ulang seruan.” Jadi, reklame dapat diartikan sebagai seruan berulang-ulang dengan tujuan untuk: mengajak, mempengaruhi, mempromosikan, menganjurkan, atau memberitahukan sebuah informasi.

Persyaratan Memasang Reklame Komersial

Menurut tujuannya, reklame terbagi menjadi dua yaitu, reklame komersial dan non-komersial. Reklame komersial dibuat dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Contohnya adalah iklan jasa atau barang dari sebuah perusahaan maupun individu.

Reklame non-komersial adalah reklame yang tidak ditujukan untuk meraup keuntungan. Melainkan, bertujuan untuk mengajak, memberikan informasi, atau menghimbau khalayak ramai (masyarakat). Contohnya adalah reklame yang dibuat oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat seperti billboard Keluarga Berencana (KB) atau spanduk Pekan Imunisasi Nasional (PIN).

Cara dan syarat memasang reklame

Seperti yang telah diungkapkan di atas, reklame komersial bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Entah itu berupa peningkatan jumlah penjualan, peningkatan citra atau image perusahaan/merek/brand, atau sebagai media promosi untuk memperkenalkan produk baru.

Pemasangan reklame telah diatur di dalam undang-undang dan peraturan daerah setempat. Karena setiap daerah memiliki peraturannya masing-masing, maka cara dan syarat pemasangan reklame pada setiap daerah bisa berbeda-beda.

Akan tetapi, karena cara dan syarat pemasangan reklame ada yang telah diatur di dalam undang-undang maka, ada banyak persamaan cara dan syarat-syarat yang sifatnya umum dan perlu diketahui. Adapun rangkaian kegiatan atau tata cara pemasangan (penyelenggaraan) reklame adalah:

1. Harus punya izin gubernur

Langkah pertama adalah memperoleh izin terlebih dahulu dari pemerintah setempat dengan mengajukan permohonan tertulis kepada Gubernur. Permohonan tersebut harus dilengkapi dengan administrasi dan persyaratan yang berlaku. Permohonan Izin Penyelenggaraan Reklame (IPR) meliputi:

  • Izin penyelenggaraan reklame yang berisi gambar dan teks atau logo
  • Jenis reklame
  • Titik pemasangan
  • Jangka waktu
  • Ukuran media
  • Bidang reklame (media)
Baca Juga :   Ingin Promosi Acara Anda Sukses, Ini Rahasianya

Berbagai izin tersebut harus diisi pada sebuah formulir yang dapat diperoleh dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu.

2. Syarat administrasi memasang reklame

Syarat-syarat administrasi berikut ini harus disertakan saat mengirim surat permohonan kepada Gubernur. Adapun persyaratan dan administrasi pemasangan reklame diantaranya adalah:

  1. Copy denah titik pemasangan atau tata letak bangunan untuk memasang reklame, biasanya disingkat “TLB Reklame”
  2. Fotokopi IMB (Izin Mendirikan Bangunan) apabila reklame melekat pada sebuah bangunan
  3. Izin Pelaksanaan Teknis Bangunan (IPTB) penanggung jawab perencanaan arsitektur
  4. Fotocopy bukti kepemilikan tanah seperti Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), Sertifikat Hak Pakai, atau Sertifikat Hak Pengelolaan

3. Membuat surat pernyataan

Surat pernyataan yang harus ditulis di atas kertas ini adalah pernyataan tentang keabsahan dan keberadaan data. Surat harus ditandatangani dan disertai materai Rp6.000.

4. Fotokopi/asli identitas pemohon (atas nama pribadi)

  1. KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  2. KK (Kartu Keluarga)
  3. Fotocopy NPWP yang memuat Nomor Pokok Wajib Pajak

5. Apabila yang mengajukan izin adalah badan hukum

  1. Akta pendirian
  2. Akta perubahan (apabila telah mengalami perubahan)
  3. NPWP badan hukum

6. Apabila dikuasakan

  1. KTP orang yang diberi kuasa (asli/fotocopy)
  2. Surat kuasa bermaterai Rp6.000

7. Surat pernyataan tidak akan mengubah bentuk reklame

Surat pernyataan tidak akan mengubah bentuk reklame ini juga harus ditulis di atas kertas bermaterai Rp6.000

8. Mengajukan proposal teknis

Proposal teknis biasanya terdiri atas formulir checklist yang berisi data pemohon serta checklist persyaratan.

9. Perjanjian sewa menyewa tanah atau bangunan

Jika tanah atau bangunan yang ditempati adalah hasil sewaan, maka harus disertakan:

  1. Surat perjanjian sewa tanah atau bangunan
  2. Surat pernyataan dari pemilik tanah atau bangunan yang menyatakan tidak keberatan tanah atau bangunannya digunakan. Pernyataan ini harus dilengkapi dengan materai Rp6.000
  3. Fotokopi KTP pemilik tanah atau bangunan
Baca Juga :   5 Alasan Pemasaran Outdoor Masih Populer

Prosedur pemasangan reklame

  1. Mengisi formulir pendaftaran wajib pajak atau retribusi pribadi maupun badan usaha di kantor dinas pendapatan daerah (Dispenda) untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) atau Nomor Pokok Wajib Retribusi Daerah (NPWRD)
  2. Mengisi surat pemberitahuan pajak daerah dan pajak reklame dengan melampirkan fotokopi surat izin tempat usaha
  3. Mengisi formulir Izin Pemasaran Reklame, dan rekomendasi dari camat
 

Blog 3D Media Advertising

error: Content is protected !!
Call Me Via WhatsApp