Cara Memasang reklame Dan Peraturan Yang Berlaku

Cara Memasang reklame Dan Peraturan Yang Berlaku – Reklame adalah segala bentuk promosi yang dilakukan, biasanya di luar ruang. Jenis-jenis reklame yang paling banyak dipasang antara lain:

Billboard adalah iklan outdoor dengan ukuran yang cukup besar dan dipasang di tempat yang sering dilalui orang banyak.

Baliho dan Billboard hanya berbeda dari sifat pemasangannya, bila billboard permanen, maka baliho bersifat sementara saja. Bahan pembuatan baliho sangat beragam, mulai dari kayu, besi, fiberglass dan lain-lain.

Spanduk adalah reklame berupa kain memanjang yang digantung pada tempat umum.

Cara Memasang reklame Dan Peraturan Yang Berlaku

Selain tiga bentuk reklame diatas, juga ada poster, plakat, neon box dan sebagainya. Peraturan pemasangan billboard, baliho, spanduk maupun reklame lainnya tidak jauh berbeda. Peraturan tersebut antara lain:

Isi Reklame

Peraturan isi reklame mengharuskan Anda menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bila Anda memilih menggunakan bahasa asing, tetap harus menyertakan artinya dalam Bahasa Indonesia yang ditulis dengan ukuran lebih kecil di bagian bawah. Peraturan ini bertujuan agar pesan yang ingin di sampaikan pada reklame dapat diterima dengan jelas.

Selain menaati peraturan yang ada, isi dari reklame haruslah menunjang promosi yang dilakukan. Beberapa peraturan pemasangan baliho atau reklame dalam bentuk lainnya agar dapat menunjang promosi Anda antara lain:

  • Tulisan

Pastikan tulisan yang tercantum dapat terlihat dengan jelas dari jarak yang cukup jauh. Selain itu, gunakan pemilihan kata yang tepat sehingga iklan Anda menarik dan pesan yang disampaikan dapat dimuatdengan singkat, lugas dan padat. Tulisan reklame yang menarik membuat target promosi dapat mengingat iklan lebih jelas.

  • Gambar
Baca Juga :   Proses Pembuatan, Pengurusan Izin, dan Pemasangan Neon Box

Gambar yang Anda gunakan haruslah mendukung isi dari reklame tersebut. Misalnya Anda ingin membuat reklame untuk promosi bisnis kuliner Anda, gunakan foto-foto menu dan suasana restoran yang Anda tawarkan. Tetapi harus ingat pula, gambar yang Anda pakai harus sesuai dengan norma dan kondisi masyarakat sekitar. Bila Anda menggunakan sosok model pada reklame Anda, pakaian yang digunakan model haruslah sopan dan sesuai tata krama. Reklame yang terlalu ‘menantang’ dapat menjadi propaganda dan mengundang protes dari warga sekitar. Bisa saja, warga memprotes dan menurunkan baliho Anda.

Lokasi Pemasangan Reklame

Lokasi strategis pemasangan reklame memang di titik yang banyak dilalui, namun tidak seluruh tempat boleh dipasangi reklame. Gedung pemerintahan pusat, pemerintahan daerah, tempat pendidikan, tempat ibadah dan beberapa tempat lain yang ditetapkan pemerintah daerah tidak boleh dipasangi reklame komersil.

Selain itu, untuk reklame produk tembakau seperti rokok, pemerintah daerah telah menentukan kawasan khusus untuk memasang reklame promosi produk tersebut. Pembatasan ini juga berlaku bagi produk makanan dan minumam beralkohol yang hanya boleh dipromosikan dengan reklame di kawasan tertentu saja.

Reklame tidak boleh dipasang pada pohon, karena akan menganggu pertumbuhan pohon. Selain itu, tiitk pemasangan reklame juga sebaiknya tidak menghalangi lampu jalan agar tidak mengganggu penerangan jalan umum. Reklame berupa spanduk dilarang dipasang pada tiang telekomunikasi, tiang listrik, tiang lampu lalu lintas dan lampu marka jalan, pagar pembatas jalan dan pagar pembatastan aman jalur hijau.

Reklame juga tidak boleh dipasang melintang pada jalan protokol.Konsekuensi memasang reklame di lokasi yang dilarang untuk memasang reklame, iklan Anda akan diturunkan paksa oleh satpol PP saat dilakukan razia atau bila ada laporan dari masyarakat.

Baca Juga :   Tips Promosi Menggunakan Baliho

Selain dari segilokasi, reklame juga tidak boleh melanggar rekomendasi konstruksi dan harus sesuai dengan gambar tata letak bangunan reklame.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!