13 Juli 2020

9 Tips Memaksimalkan Fungsi Reklame

9 Tips Memaksimalkan Fungsi Reklame

9 Tips Memaksimalkan Fungsi Reklame

9 Tips Memaksimalkan Fungsi Reklame – Kata reklame (billboard) berasal dari bahasa Spanyol yaitu “Re” dan “Clamos” yang berarti ‘seruan berulang-ulang.’ Secara luas, reklame dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mengajak khalayak ramai mengikuti pesan yang disampaikan. Adapun pesan yang disampaikan melalui sebuah papan reklame bisa bermacam-macam. Mulai dari perkenalan pada merk/brand baru, mengajak untuk membeli atau menggunakan jasa, informasi, himbauan atau ajakan, pendidikan, sosialisasi, dan bisa juga digunakan untuk berkomunikasi satu arah (dari produsen kepada customer).

9 Tips Memaksimalkan Fungsi Reklame

Dari paparan di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa fungsi reklame adalah sebagai media informasi atau untuk menarik minat masyarakat agar mau membeli, mengenal dan mengingat nama-perusahaan/lembaga, merk, individu, produk, hingga jasa.

Tips memaksimalkan fungsi reklame

Sudah sejak lama reklame dianggap sebagai salah satu media iklan paling menarik dan efektif. Sehingga, tidak mengherankan apabila hingga hari ini masih banyak kita jumpai reklame di jalan-jalan dan di tempat-tempat keramaian.

Bagi Anda yang berencana untuk membuat sebuah reklame sosial maupun komersil, ada beberapa tips atau kiat yang dapat digunakan untuk memaksimalkan fungsi reklame. Sehingga, informasi atau ajakan yang diserukan melalui papan reklame dapat diterima oleh masyarakat, tepat sasaran, dan dapat menghasilkan keuntungan, di antaranya :

Temukan sebuah cerita menarik yang mampu digunakan untuk menyampaikan pesan

Seperti yang banyak kita tahu, papan iklan (reklame) sebagian besar ditempatkan di jalan raya. Entah itu di persimpangan (lampu merah) ataupun di pinggir jalan yang secara harfiah hanya dilalui oleh kendaraan yang melaju pada kecepatan tinggi.

Desain tanpa cerita tidak akan mudah diingat. Sebaliknya, desain reklame yang bisa bercerita cenderung lebih mudah diingat. Karena pada dasarnya, manusia lebih mudah mengingat sebuah cerita dibandingkan dengan fakta.

Baca Juga :   Persyaratan Memasang Reklame Komersial

Pastikan teks berjumlah tidak lebih dari 7 kata

Seperti yang telah disampaikan di atas, rata-rata pengemudi melaju pada kecepatan tinggi di Jalan Raya. Mereka hanya bisa meluangkan waktu untuk menetap reklame di pinggir jalan sepersekian detik saja, karena mereka harus berkonsentrasi saat mengemudi.

Oleh sebab itu, sangat disarankan apabila jumlah kata yang terdapat pada iklan tidak lebih dari 7 kata. Jika memungkinkan, buatlah kurang dari 7 kata.

Persingkat waktu audiensi dalam memahami pesan yang tersirat

Tujuan utama desain dan pembubuhan teks pada sebuah reklame adalah untuk membuat mereka yang melihat dan membacanya terus dapat menangkap pesan tersebut. Sehingga, ketika mereka membutuhkannya, mereka akan langsung teringat pada pesan yang disampaikan oleh reklame yang pernah mereka lihat.

Sedapat mungkin, sebuah reklame harus:

  1. Bisa dilihat gambarnya
  2. Dibaca teksnya, dan
  3. Ditangkap pesannya

Dalam kurun waktu antara 5-10 detik. Waktu yang dimiliki oleh pengemudi untuk melirik reklame tentu saja sangat tergantung pada kondisi di jalan. Apabila kondisi jalan sedang ramai, otomatis waktu yang mereka miliki untuk melirik reklame akan semakin terbatas.

Desain reklame harus kuat dan tidak membosankan

Sebuah desain reklame yang bagus dan efektif harus bisa menyentuh sisi emosional, menghibur, dan menarik minat atau rasa penasaran. Sehingga, mereka yang melihatnya akan tertarik untuk mengikuti/menuruti anjuran, mengetahui atau menggali informasi yang disampaikan, atau mengingat brand/merk yang ingin diperkenalkan.

Gunakan font yang sederhana dan mudah dibaca

Meskipun kita lebih suka dengan font atau jenis huruf yang bentuknya sesuai selera pribadi. Namun, pada sebuah reklame, jenis font yang digunakan haruslah yang bentuknya sederhana dan yang paling mudah dibaca dari jarak dekat atau jarak jauh serta mudah diingat.

Baca Juga :   Cara Mengurus Billboard dengan Ukuran Diatas 10 Meter

Font dan teks harus berukuran besar dengan jarak yang tepat serta memiliki nilai kontras yang tinggi, agar huruf tersebut bisa dibaca dengan mudah dari jarak yang sangat jauh dan menempel diingatan (imajinasi).

Gunakan hanya gambar yang didukung resolusi tinggi

Ketika memutuskan untuk membuat papan reklame berukuran besar, Anda harus menyiapkan gambar yang resolusinya minimal 300 DPI. Gambar dengan resolusi rendah tidak hanya akan terlihat buram (blur) tapi juga akan terlihat buruk dan tidak menarik apabila ditampilkan dalam ukuran besar.

Jangan terlalu banyak memasukkan gambar atau elemen

Sebisa mungkin, gunakanlah gambar tunggal. Sebuah gambar yang besar umumnya lebih mudah menarik mata untuk meliriknya dibandingkan dengan gambar berjumlah banyak.

Gambar yang terlalu banyak juga dapat membuat waktu yang dibutuhkan untuk memahami pesan dari reklame menjadi semakin rumit dan butuh waktu lebih lama.

Perbesar gambar kecil alih-alih mengecilkan gambar besar

Tips memaksimalkan fungsi reklame agar lebih efektif lainnya adalah memilih gambar yang detailnya jelas. Alih-alih memilih gambar objek berukuran besar (seperti sebuah rumah) yang dikecilkan, akan lebih baik apabila Anda memperbesar objek kecil (seperti sebuah jam tangan misalnya).

Gambar kecil yang diperbesar akan lebih menarik dan detailnya akan terlihat lebih jelas dibandingkan dengan gambar besar yang diperkecil, yang pasti akan banyak kehilangan detail.

Gunakan background yang sederhana

Background yang tepat adalah yang tidak mengganggu gambar utama, logo, ataupun teks. Akan tetapi, terlalu banyak menyisakan ruang kosong pada sebuah reklame juga tidak dianjurkan. Karena, ruang kosong bisa dimanfaatkan untuk menempatkan teks berukuran besar hingga gambar atau logo sehingga terlihat lebih jelas.

Related Posts :

Baca Juga :   Perbedaan Reklame Digital Dan Konvensional
 

Blog 3D Media Advertising

error: Content is protected !!
Call Me Via WhatsApp